Ketika Hati Jadi Mainan (reloaded)

Entah kenapa gue lagi seneng bikin posting termehe mehe begini, seru kayanya, sesuai cuaca yang ga jelas ini (kemaren bogor katanya ujan deres banget sedangkan di jkt mendung ga jelas..).
Kalo liat judul postingannya pasti yang sudah ngikutin gw dari lama pernah liat postingan ini di blog terdahulu.
Atau…

Gue sedang dalam krisis pubertas ke 273?
Hahahahaha….
hari gini puber..
buat yang males baca ini gw lampirkan bentuk tulisan yang terdahulu…

mungkin sepintas judulnya bisa bikin sewot tapi itulah kenyataan hidup.

Ketika kita suka pada seseorang dan berusaha untuk percaya tapi ternyata hanya menjadi perasaan yang mengambang, kadang bagaikan sebuah mainan perahu kertas buram yang berusaha berlayar dengan tenang diganasnya badai ombak samudra.

Kita bisa bilang “Let It Flow”. Let it flow my a**

Semakin jauh kita berlayar, semakin tersesat dan susah untuk kembali ke daratan. Masih bagus bila ternyata bisa sampai ditujuan kalau ternyata karam ditengah dan tenggelam didasar palung yang paling dalam, paling kita cuma bisa bilang “memang belum jodohnya” atau “MAMPUS LOE, GUE KATA JUGA APA!!!!”

Hati jadi mainan…

Berlaku untuk pria maupun wanita, pada saya juga anda. Punya hati kan….. Senyum merekah pada sejawat, tawa renyah pada sahabat, tetapi hati meringkuk di relung kelam.

Ketika hati jadi mainan…

Don’t say it pathetic… karena itu berarti anda lari dari kenyataan, tidak berani melihat apa yang ada dalam hati menampik segala kepahitan demi kenikmatan. Bukan hidup rasanya kalau tidak berani menerima kenyataan, egoisme hanya ada dalam mimpi, tinggal gengsi yang berada diantaranya…

nah, kalo ngeliat dari situ pernahkah kita berpikir kalau kita sendiri yang membuat hati kita jadi mainan? kita sendiri yang menyukai permainan tersebut hingga dengan sadar kita tenggelam ke dasar lautan, tapi kita menyukainya… (siapa tau ketemu spongebob yah…)

Mungkin kita meneruskan permainan dengan anggapan hasil akhir permainan ini akan membuahkan hasil sesuai dengan keinginan kita walaupun bila perlu merangkak didasar lautan hingga sampai ke tujuan. Tapi sempatkah kita berpikir bila pada akhirnya nanti kita malah akan berputar-putar tanpa tujuan yang jelas dari palung ke palung?

Namun yang pasti, saat ini, saya sedang menikmati permainan hati ini…..

8 Responses to “Ketika Hati Jadi Mainan (reloaded)”

  1. Xnu_G Says:

    Iya mas seperti lagunya Andra and the Backbone yg seperti ini nich…”Kuakui.. Aku main judi.. Tapi kalah lagi..”
    *pletakk… aduhhh.. sandal siapa ini?? mana cuma sebelah lagi.

  2. woelank Says:

    @Xnu_G
    aduh mas maap, tadi naek kursi putar itu lho mas yg kaya di dupan itu, tapi ni kang odong2 yg muter..
    saya lupa copot sendal…
    pas lagi seru ketawa2 mental satu sendalnya…
    maap mas…

  3. Domba Garut! Says:

    Ketika hati jadi mainan..kerasnya gelombang/arus kehidupan dan kuatnya terpaan cerca itu..

    Coba dipasangi rompi anti peluru agar si hatinya gak sakit saat kena “tembak”.. atau dipakein rompi pelampung supaya dia tetap ngapung saat jiwa mu terguling arus deras..

  4. woelank Says:

    @Domba Garut!
    Duh mas, ini aja udah pasang kevlar sama rajin latihan treading water n survival floating….
    Tapi tetep aja…

  5. Trisna Says:

    Itu namanya manusia… sifat alami… senang bermain-main dengan perasaan, even itu menyakitkan…

    I hope you didn’t get a hurricane though… it’ll hurt you till you die😛

  6. woelank Says:

    @Trisna
    I’ve found my hurricane now, and I don’t care if its end up hurting me till I die

  7. silly Says:

    gapapa… biarkan semua mengalir apa adanya..

    jangan melawan aurs, ntar capek sendiri

    semoga sukses dengan pemainan hatinya kali ini

  8. woelank Says:

    @silly
    iya nih sil, dan kayanya saya tidak dipermainkan…🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

«

%d bloggers like this: