Hingga Butir Nasi Terakhir

*disclaimer

You might had read this post a long time ago from email, bulletin or even forum. but I just want to share it again with you all…

taken from this site. (short of an archive of “soul toucher” story, mostly written in bahasa)

Hingga Butir Nasi Terakhir
Setelah menunggu hampir satu jam, akhirnya datang juga bis yang akan membawaku keluar dari kota Jakarta yang semakin hari kurasakan semakin sesak ini.
Dua hari libur pada akhir pekan ini akan kumanfaatkan
untuk sekedar mengganti suasana, sekilas menghilangkan pemandangan gedung bertingkat dengan tingginya pohon kelapa, udara yang padat dengan racun, sejenak berganti udara yang masih sejuk bila dihirup dalam-dalam, aku akan lupakan hitamnya kepulan asap dari bis kota dengan warna hijau rerumputan dan pepohonan. Aahhh… tak sabar aku, kenapa bis ini lama sekali ngetemnya…

Read the rest of this entry »

Advertisements

belajar mendengarkan

*disclaimer

You might had read this post a long time ago from email, bulletin or even forum. but I just want to share it again with you all…

taken from this site. (short of an archive of “soul toucher” story, mostly written in bahasa)

Belajar Mendengarkan

Anda pasti tahu bagaimana rasanya menerima telepon di tengah malam. Tapi, malam itu semuanya terasa berbeda. Aku terlonjak dari tidurku ketika telepon di samping tempat tidur berdering-dering. Aku berusaha melihat jam beker dalam gelap. Cahaya illuminasi dari jam itu menunjukkan tepat tengah malam. Dengan panik aku segera mengangkat gagang telepon. Read the rest of this entry »

Be Thankful

*disclaimer

You might had read this post a long time ago from email, bulletin or even forum. but I just want to share it again with you all…

taken from this site. (short of an archive of “soul toucher” story, mostly written in bahasa)

Be Thankful

Be thankful that you don’t already have everything you desire.
If you did, what would there be to look forward to?
Be thankful when you don’t know something,
for it gives you the opportunity to learn.

Read the rest of this entry »

Posted in Story. Tags: , , . 1 Comment »

Life is so precious

*disclaimer

You might had read this post a long time ago from email, bulletin or even forum. but I just want to share it again with you all…

taken from this site. (short of an archive of “soul toucher” story, mostly written in bahasa)

Life is so precious

Life that you live is a wonderful gift that we’ve accepted because there are challenges and possibilities that will make you learn and understand the reason you live.

Read the rest of this entry »

Forgiveness

*disclaimer

You might had read this post a long time ago from email, bulletin or even forum. but I just want to share it again with you all…

taken from this site. (short of an archive of “soul toucher” story, mostly written in bahasa)

Forgiveness

A story tells that two friends were walking through the desert. In a specific point of the journey, they had an argument, and one friend slapped the other one in the face.
The one, who got slapped, was hurt, but without anything to say, he wrote in the sand: “TODAY, MY BEST FRIEND SLAPPED ME IN THE FACE”.
Read the rest of this entry »

She would live even though it meant that he would die

*disclaimer

You might had read this post a long time ago from email, bulletin or even forum. but I just want to share it again with you all…

taken from this site. (short of an archive of “soul toucher” story, mostly written in bahasa)

She would live even though it meant that he would die

Girl: Slow down, I’m scared.

Guy: No, this is fun.

Girl: No it’s not. Please it’s too scary!

Guy: Then tell me you love me.
Read the rest of this entry »

Catatan Harian Seorang Pramugari

Diambil dr blog sayang dibuang

Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya.

Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat penuh pada hari ini.

Di antara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk naik pesawat.

Ketika pesawat sudah terbang, kami mulai menyajikan minuman, ketika melewati baris ke 20, saya melihat kembali kakek tua tersebut, dia duduk dengan tegak dan kaku ditempat duduknya dengan memangku karung tua bagaikan patung.

Read the rest of this entry »